LIVO, JAKARTA – Bagi pemula yang baru terjun ke pasar modal, langkah paling bijak adalah memulai sebagai investor, bukan langsung trading.

Sebab, trading saham adalah aktivitas jual beli jangka pendek yang membutuhkan pengalaman, analisis, dan mental kuat.

Ada beberapa jenis trading saham yang umum dilakukan:

Scalping : beli dan jual dalam hitungan detik hingga menit.

Swing trading : berlangsung harian, mingguan hingga bulanan.

Investasi jangka panjang : jika lebih dari satu tahun, lebih tepat disebut investor.

“Setiap bisnis dan berdagang pastinya memiliki risiko. Sama halnya seperti jualan di pasar, belum tentu selalu untung. Bagaimana jika rugi?” kata Alivio Junio dari KSV Investing, trader sekaligus investor saham Indonesia, ditemui di Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Dasar yang Harus Dipahami Pemula

Sebelum memutuskan trading, Alivio menyarankan pemula memahami pengetahuan dasar saham, termasuk cara membaca valuasi untuk mengetahui apakah saham tergolong murah atau mahal.

Menurutnya, valuasi bisa dilihat dari PBV (Price to Book Value).

Analogi sederhananya, PBV ibarat membandingkan harga rumah di pasaran dengan nilai bangunan dan tanahnya.

Jika harga pasar jauh lebih tinggi, saham bisa dikatakan mahal.

Selain itu, ada EPS (Earning Per Share) yang penting bagi investor jangka panjang.

Namun untuk trader, EPS sering kali dikesampingkan karena mereka lebih fokus pada momentum dan analisis teknikal.

Momentum, Teknikal, dan Broker Summary

“Contoh trading momentum biasanya muncul ketika ada news menarik. Itu bisa dipakai untuk scalping. Saham IPO yang baru listing dan sempat auto reject atas (ARA) juga menarik karena sangat volatil,” jelas Alivio.

Sementara untuk swing trading, ada dua hal utama yang perlu diperhatikan yaitu teknikal dan broker summary.

“Pastikan di broker summary ada akumulasi secara bertahap. Misalnya, satu atau dua sekuritas besar membeli dalam jumlah besar tetapi harga saham tidak naik signifikan. Itu tanda sedang ada akumulasi,” lanjutnya.

Selain itu, trader juga wajib memperhatikan chart, minimal untuk melihat area support dan resistance.

Jika kondisi mendukung, barulah masuk membeli. Jika tidak, lebih baik menunggu.

“Dalam trading jangan gegabah. Lebih baik tidak melakukan apa-apa daripada kehilangan uang,” ungkap Alivio.

Kesimpulan

Bagi pemula yang ingin mencoba trading saham, kuncinya adalah disiplin dan tidak terbawa emosi.

Perhatikan analisis teknikal, broker summary, dan momentum berita.

“Untuk swing, jangan beli saat news keluar. Hindari FOMO. Selalu ingat, buy the rumor, sell the news,” pungkas Alivio.