Indodax buka suara soal rencana IPO melantai di BEI (Bursa Efek Indonesia). Spekulasi ini menguat usai saham COIN melejit 1.810%.

LIVOMEDIA.ID, BALI – PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax), salah satu platform perdagangan aset kripto terbesar di Indonesia buka suara soal rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Sebagai informasi, Indodax memiliki lebih dari 9 juta anggota terdaftar.

Terkait rencana ini, pihak Indodax menegaskan rencana IPO masih dalam tahap kajian internal.

Hingga kini, perusahaan belum mengambil keputusan final untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kita masih diskusi saja internal. Tapi belum ada pembicaraan yang sangat serius bahwa kita akan melakukan IPO,” kata Chief Executive Officer (CEO) Indodax, William Sutanto, saat menghadiri CFX Crypto Conference di Bali, Kamis (21/8/2025).

Spekulasi mengenai IPO Indodax mencuat setelah PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menjadi perusahaan kripto pertama yang resmi tercatat di BEI pada 9 Juli 2025.

Saham COIN disambut positif investor, bahkan sempat mencetak auto reject atas (ARA) beruntun dalam sepekan awal perdagangan.

Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan apakah Indodax akan mengikuti jejak COIN.

Namun William menegaskan, setiap keputusan strategis akan diambil dengan cermat, menyesuaikan kesiapan internal serta kondisi pasar.

“Kalau kita melakukan (IPO), pasti kita kasih tau,” tambahnya.

Sebagai informasi, lebih dari sebulan pasca IPO, saham COIN sudah melonjak hingga 1.810% saat berita ini ditulis.

Redaksi
Editor