PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX) mendirikan anak usaha baru bernama PT Folago Artificial Intelligent Commerce untuk fokus mengembangkan bisnis berbasis Artificial Intelligent di bidang film production dan digital twins.

LIVOMEDIA.ID – PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX) resmi memperluas portofolio bisnisnya dengan mendirikan anak usaha baru bernama PT Folago Artificial Intelligent Commerce.

Perusahaan ini akan berfokus pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor kreatif, khususnya film production dan digital twins.

Direktur Utama IRSX, Gusti Ngurah Komang Panji Pramana, menjelaskan pembentukan entitas anak tersebut dituangkan dalam Akta Nomor 1 tanggal 10 September 2025.

“Pendirian anak usaha baru ini akan mendukung ekspansi Perseroan dalam penerapan artificial intelligence pada bisnis film production dan digital twins,” ungkap Gusti Ngurah Komang Panji dalam keterbukaan informasi, Kamis (11/9/2025).

Modal dan Struktur Kepemilikan

Untuk mendukung operasional PT Folago Artificial Intelligent Commerce, IRSX menanamkan modal sebesar Rp124 juta.

Modal tersebut terbagi dalam 124 lembar saham dengan nilai Rp1 juta per lembar.

Dari total saham, IRSX menguasai 124 lembar senilai Rp124 juta, sementara Subioto Jingga memiliki 1 lembar saham senilai Rp1 juta.

Rencana Right Issue dan Waran

Sebelumnya, Aviana Sinar Abadi juga telah mengumumkan rencana right issue maksimal 12,39 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp15 per lembar, setara 66,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Selain itu, perusahaan akan menerbitkan Waran Seri II maksimal 1,85 miliar lembar.

Setiap 100 saham baru hasil pelaksanaan right issue akan disertai 15 Waran Seri II. Nantinya, setiap satu waran dapat dikonversi menjadi satu saham perseroan.

Pemanfaatan Dana Ekspansi

Hasil dari right issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk ekspansi usaha baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan.

Dana tersebut dialokasikan untuk kebutuhan investasi, belanja modal (Capex), hingga modal kerja (Opex).

Sementara itu, dana dari pelaksanaan Waran Seri II juga akan diarahkan pada ekspansi bisnis dan pengembangan usaha dengan skema serupa.

Right issue ini dijadwalkan berlangsung dalam kurun waktu 12 bulan setelah memperoleh persetujuan investor pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 September 2025.

Jika terealisasi, langkah ini akan memperkuat ekuitas dan aset perseroan serta memperbaiki rasio utang.

Luna Prisylla
Editor