Dalam 10 tahun terakhir, return Bitcoin jauh melampaui emas. Apa penyebab aset kripto ini bisa memberikan keuntungan ribuan persen dibanding emas? Simak penjelasannya di sini.

LIVOMEDIA.ID – Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, performa Bitcoin terbukti jauh lebih unggul dibanding emas.

Sejak 2015 hingga Agustus 2025, harga Bitcoin melonjak lebih dari 25.000 persen, sementara emas hanya mencatatkan kenaikan sekitar 120 persen.

Ada beberapa faktor utama yang membuat Bitcoin mengalahkan emas dalam hal return:

1. Fase Pertumbuhan Eksponensial
Bitcoin masih berada dalam tahap adopsi awal sehingga pertumbuhannya sangat tinggi. Dari harga sekitar 250 dolar AS pada 2015, kini berada di kisaran 65.000–70.000 dolar AS.

2. Narasi Digital Gold
Dengan suplai terbatas 21 juta BTC, Bitcoin dianggap sebagai emas digital yang diminati investor institusi hingga negara.

3. Mekanisme Halving
Setiap empat tahun sekali, pasokan baru Bitcoin berkurang melalui mekanisme halving. Hal ini mendorong kenaikan harga secara signifikan.

4. Akses dan Likuiditas Global
Bitcoin bisa diperdagangkan 24/7 di seluruh dunia melalui bursa kripto, membuatnya lebih likuid dibanding emas.

5. Faktor Makroekonomi
Lonjakan inflasi dan kebijakan cetak uang besar-besaran pascapandemi membuat Bitcoin dipandang sebagai lindung nilai baru.

6. Efek Teknologi dan Hype Pasar
Tidak hanya sebagai aset investasi, Bitcoin juga hadir sebagai bagian dari perkembangan teknologi blockchain, Web3, hingga NFT, yang menambah daya tariknya.

Dengan berbagai faktor tersebut, Bitcoin terbukti mampu memberikan return lebih besar dibanding emas.

Namun, para analis tetap mengingatkan volatilitas Bitcoin jauh lebih tinggi, sehingga investor perlu berhati-hati dalam mengelola risiko.