Kasus gagal ginjal kini banyak menyerang anak muda. Dokter urologi ungkap gaya hidup tidak sehat jadi penyebab utama, mulai dari kebiasaan minum manis, begadang, hingga jarang olahraga.
LIVOMEDIA.ID – Kasus gagal ginjal kini tak lagi identik dengan usia lanjut.
Fakta di lapangan menunjukkan semakin banyak anak muda bahkan remaja yang harus menjalani transplantasi ginjal.
Dokter Spesialis Urologi Siloam ASRI, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K), menegaskan pola hidup tidak sehat menjadi faktor dominan yang mempercepat kerusakan ginjal pada usia muda.
“Sebagian besar, meskipun masih muda, karena ya tadi perubahan gaya hidupnya makin nggak sehat,” kata dokter Nur Rasyid di Jakarta, Senin (25/8/2025).
Gaya Hidup Buruk Picu Gagal Ginjal Dini
Kebiasaan mengonsumsi minuman manis berlebihan, kurang tidur, jarang berolahraga, serta enggan memeriksakan tekanan darah disebut menjadi pemicu utama rusaknya ginjal sejak dini.
Menurut Prof. Nur, hipertensi dan diabetes dua penyakit yang sangat dipengaruhi pola hidup menjadi penyebab terbesar kasus gagal ginjal.
Selain itu, kerusakan pembuluh darah akibat kolesterol tinggi juga memperparah kondisi.
“Pembuluh darah di ginjal itu ukurannya sangat kecil, jadi sangat rentan tersumbat lemak,” jelasnya.
Mitos Seputar Obat dan Minum Air Malam Hari
Sayangnya, masih banyak anak muda yang salah kaprah dalam menjaga kesehatan ginjal.
Salah satunya anggapan bahwa obat hipertensi justru merusak ginjal.
“Obat ada efek samping, tetapi kalau nggak mau minum obat, pasti lebih cepat rusak. Udah jelas,” tegasnya.
Selain itu, beredar pula mitos di media sosial minum air putih pada tengah malam bisa merusak ginjal. Menurutnya, hal itu tidak benar.
“Kapan pun minum air sama saja, yang penting volumenya cukup,” tambahnya.
Alarm Keras untuk Generasi Muda
Dengan meningkatnya jumlah penderita gagal ginjal pada usia muda, Prof. Nur mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini.
Caranya dengan mengatur pola makan, rutin berolahraga, serta rajin memeriksa tekanan darah.
“Kalau dulu gagal ginjal identik dengan usia tua, sekarang anak-anak usia belasan pun sudah banyak yang kena. Itu alarm keras buat kita semua,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan