Stres bukan hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga kesehatan kulit. Kenali hubungan stres dan masalah kulit seperti jerawat, eksim, hingga penuaan dini, serta cara mencegahnya.

LIVOMEDIA.ID, JAKARTA – Merasa kulit makin sensitif atau jerawatan padahal sudah rutin pakai skincare mahal? Bisa jadi penyebabnya bukan produk, melainkan kondisi psikologis.

Stres kini terbukti memiliki dampak langsung terhadap kesehatan kulit.

Di tengah tekanan hidup di kota besar seperti Jakarta, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan merawat tubuh.

Jika dulu stres identik dengan sakit maag atau migrain, kini dunia medis menegaskan bahwa stres juga berperan besar dalam memicu gangguan kulit.

Stres dan Kesehatan Kulit: Hubungan yang Saling Terkait

Dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Frieda, Sp.DVE, menjelaskan tren masalah kulit akibat stres cukup tinggi.

“Kalau kita lihat sekarang, banyak kelainan kulit yang dipengaruhi stres dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda,” ujarnya dalam sebuah diskusi media di Jakarta, belum lama ini.

Secara medis, stres, depresi, dan kecemasan termasuk dalam faktor psikodermatologis kondisi psikologis yang berdampak langsung pada kulit.

Dalam beberapa kasus, stres dapat memperburuk penyakit kulit kronis seperti eksim, psoriasis, hingga jerawat.

Gangguan tidur akibat stres juga memperburuk kondisi kulit.

Kurang tidur menghambat regenerasi, mempercepat penuaan, dan melemahkan daya tahan kulit terhadap infeksi serta iritasi.

Mengapa Stres Bisa Merusak Kulit?

Menurut dr. Frieda, saat tubuh mengalami stres, hormon kortisol meningkat.

Hormon ini memicu peradangan yang paling sering menyerang kulit, organ terbesar pada tubuh manusia.

“Peradangan membuat skin barrier atau lapisan pelindung alami kulit melemah, sehingga kulit jadi lebih sensitif, mudah berjerawat, iritasi, hingga rentan infeksi,” jelasnya.

Tak jarang, pasien datang ke klinik dengan keluhan kulit yang tak kunjung membaik meski sudah berganti skincare berulang kali.

Padahal, masalah utamanya bisa jadi berasal dari gaya hidup dan kondisi psikologis.

“Banyak yang menyalahkan produk skincare, padahal faktor stres sehari-hari dari pekerjaan atau kehidupan pribadi juga bisa memperburuk kondisi kulit,” ungkapnya.

Cara Menjaga Kulit Tetap Sehat di Tengah Stres

Mengatasi masalah kulit tidak cukup hanya dengan skincare, tetapi perlu pendekatan holistik mencakup gaya hidup sehat dan manajemen stres. Berikut tips dari dr. Frieda:

1. Tidur cukup dan berkualitas
Usahakan tidur minimal 7 jam setiap malam agar regenerasi kulit berjalan optimal.

2. Kelola stres dengan aktivitas positif
Meditasi, olahraga, relaksasi, atau sekadar berjalan santai bisa membantu menenangkan pikiran.

3. Konsumsi makanan bergizi dan cukup air putih
Asupan seimbang memperkuat daya tahan kulit dari dalam.

4. Pilih skincare sesuai kebutuhan kulit
Hindari produk dengan formula terlalu keras, terutama saat kulit sensitif karena stres.

5. Konsultasi ke dokter bila perlu
Jika kondisi kulit tidak kunjung membaik, kombinasi perawatan medis dan psikologis bisa menjadi solusi terbaik.

Dengan manajemen stres yang tepat, kesehatan kulit bisa tetap terjaga meski hidup penuh tekanan.

Artinya, kulit sehat bukan hanya hasil dari skincare, tetapi juga keseimbangan antara tubuh dan pikiran.

Khalid Pratama
Editor