LIVO, JAKARTA – Belakangan ini di sosial media, ramai perdebatan antara owner atau pemilik skincare dan kosmetik saling menjatuhkan.
Terkait ini, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Taruna Ikrar mengimbau untuk owner skincare agar saling intropeksi dan berbenah menuju inovasi.
Apalagi dengan adanya teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Jangan perang-perang yang seperti di sosial media ya. Karena saya melihat sosial media masih terjadi perdebatan tentang kosmetik ini,” kata Taruna Ikrar di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Ia pun menyebut Indonesia memiliki potensi dengan ribuan spesies yang bisa diolah menjadi bahan dasar skincare.
Apalagi katanya, tren global saat ini adalah kembali ke alam (back to nature), sehingga produk berbasis bahan alami memiliki nilai jual tinggi.
“Pelaku-pelaku masyarakat di Amerika dan di Eropa itu pingin back to nature. Kata kuncinya kembali adalah alam. Dan kenyataannya masih sangat besar potensi alam kita,” ujarnya.
Dibanding berdebat di sosial media, ia lebih menyarankan semua pihak untuk berkolaborasi dan melek terhadap teknologi.
Ia pun mencontohkan salah satu laboratorium skincare di Indonesia yang memanfaatkan bahan dasar alam dengan artificial intelligence, itu merupakan sebuah inovasi.
“Belum lama ini berkunjung ke Paragon, Wardah melihat bagaimana perkembangan kosmetik di tanah air yang berbasis penelitian,” ungkap Taruna Ikrar.
“Ya, kebetulan saya kan peneliti. Saya itu sangat tertarik kalau ada tempat-tempat yang berhubungan dengan penelitian. Nah, saya kagum bukan karena besarnya saja laboratoriumnya,” lanjutnya.
Taruna berharap sinergi antara kekayaan alam Indonesia dan pemanfaatan AI dapat mendorong lahirnya produk skincare inovatif yang mampu bersaing di pasar global.
“Saya kagum melihat penggunaan artificial intelligence dan robot pintar di laboratoriumnya. Mereka bahkan sudah sampai pada tingkat hitungan nanometer,” jelasnya.
“Saya bisa tahu tingkat keasaman dan kadar minyak wajah saya. Itu membuktikan bagaimana teknologi bisa mendukung kemajuan kosmetik di tanah air. Mereka juga baru menerima penghargaan rekor MURI atas pemanfaatan teknologi AI terbanyak dalam event skincare di Indonesia,” tambahnya lagi.
Terkait kekayaan alam di Indonesia yang melimpah, ia mencontohkan pemanfaatan tanah liat dengan jambu pasir di Makassar yang digunakan sebagai bahan alami masker wajah.
“Di Makassar, ada orang mengembangkan kosmetik yang cuma dari tanah liat dengan jambu pasir, dikasih lengket lengket di muka, dampaknya apa? Ternyata setelah 2-3 jam kemudian, dia bersihkan mukanya, keliatan fresh mukanya dari tanah liat itu,” ujarnya.
“Itu menunjukkan mineral di sana sangat kaya dan berpotensi dikembangkan,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan