Livo Media – Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang Selatan yang ke-13 dimeriahkan dengan diskusi panel bertajuk “3 Belajar Bersama: Tangsel Sejuta Rasa #1”. Acara yang digelar di Teras Kota BSD pada Sabtu (27/11/2021) malam ini mempertemukan para penggerak media digital dan komunitas kreatif guna membahas masa depan ekosistem subkultur di wilayah Tangerang Selatan.

Hadir sebagai salah satu panelis utama, pendiri platform Tangsel Gigs, Muhammad Miko Prayoga, memaparkan visinya mengenai pentingnya pengarsipan digital bagi pergerakan musik independen. Bersama pembicara lain seperti Ardi dari Info Pensi dan Bagus Sucipto dari Tangsel Life, pria yang akrab disapa Yoga ini menekankan bahwa media komunitas harus mulai bertransformasi menjadi institusi informasi yang profesional.

Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh moderator dari Eventori dan Tangsel Keras tersebut, Miko menyoroti celah besar dalam pendokumentasian musisi lokal yang sering kali luput dari pemberitaan media arus utama.

“Tangerang Selatan memiliki potensi musisi independen yang sangat besar. Melalui Tangsel Gigs, kami berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur digital sebagai ruang arsip bagi mereka. Media baru bukan sekadar tempat menyebarkan informasi viral, tapi harus menjadi bank data bagi sejarah kreatif kota ini,” ujar Miko di hadapan para peserta yang memadati Teras Kota BSD.

HUT Tangsel ke-13: Muhammad Miko Prayoga Suarakan Pentingnya Digitalisasi Arsip Musik Lokal di Forum "Tangsel Sejuta Rasa" 1

Kehadiran Miko dalam forum ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tokoh muda yang konsisten mengawal perkembangan media digital di Tangerang sejak tahun 2019. Di bawah bendera PT Katalis Vision Media Network, ia terus mengembangkan berbagai platform spesifik guna mendukung digitalisasi informasi yang terstruktur.

Acara yang turut didukung oleh berbagai pihak seperti Jak Rap, Dapur Letter, BSD Entertainment, hingga Merdeka Music School ini menjadi momentum penting bagi sinergi antar-pengelola media baru di Tangerang Selatan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta standar baru dalam pengelolaan media komunitas yang lebih etis, legal, dan berdampak bagi kemajuan ekonomi kreatif daerah.